Rabu, 25 Januari 2012

Review Film: "Lovefield" by Mathieu Ratthe (FP)

Yak, biar afdol, saya mengucapkan selamat datang dan selamat menikmati hasil review film saya yang super pertama kali ini, hehehe. Sebelumnya saya mau eksis sedikit. Nama lengkap saya Gabrielle Tyas Resnatali, banyak orang memanggil saya Elle (nama dari orang tua saya Ellen... Okay lanjut)
Ini adalah blog pertama saya dengan post pertama saya. Mungkin masih biasa banget, cuman saya mencoba supaya blog ini terlihat antusias seperti saya :D he he he.


Okay, langsung aja review saya dengan film pendek berjudul Lovefield. Silahkan menikmati^^


Sinopsisnya adalah, kalian di hadapkan dengan tampilan sebuah padang ilalang pada awal cerita, dengan suara khas yang membuat bulu kuduk berdiri (atau kayak saya pas pertama kali nonton, langsung tutup kuping). Lalu terlihat seorang laki-laki bertatto dengan pisau dan tangan penuh darah di ambil shot nya dengan air wajah yang nggak ketebak. Ia berlari keluar padang menuju mobil dan terlihat seperti mencari-cari sesuatu di mobil tersebut, lengkap dengan seekor burung gagak yang terus memperhatikan perilakunya (dan burung itu nggak berhenti ber "koak-koak" entah kenapa). Setelah ia menemukan apa yang ia cari, ia kembali ke padang dan muncul shot yang hanya menunjukkan sepasang kaki perempuan yang ada darahnya juga! Laki-laki itu mendekat ke kaki itu perlahan-lahan dan ternyata....................................................*jeng jeng jengg

 Penasaran? Pasti lah hehehe klasik banget ya. Nah karena itu, mending nonton filmnya aja guys. Ini ada link dan videonya:  http://www.youtube.com/watch?v=4meeZifCVro
Film ini karya Mathieu Ratthe dan dirilis tahun 2008 serta memiliki viewers sebanyak 1.022.617 dengan durasi film 05:29 (lima menit, dua puluh sembilan detik).
Dalam segi:

TEKNIS
- Dari Shot dan Angle, saya gatau ada shot dan angle apa aja karena saya udah agak lupa hehehe yang jelas, saya cinta banget sama pengambilan gambarnya karena pas banget bikin orang mati penasaran.

- Dari Lighting, wah saya gak begitu faham tentang ini, tapi untuk siapapun yang ngurusin lighting di film ini, MANTAP ABIS!!!! Udah bener banget nempatinnya pasti, karena di awal itu bener-bener suasana film Susana boss._.



- Dari Make Up, kayaknya agak kurang deh. Soalnya kalo tau bukan dibunuh gitu, mestinya darahnya lebih banyak dan jelas. Masa cuman di kaki doang-_-


- Dari Sound, four thumbs up banget gaboong.


- Dari Property, hmm apa ya. Property paling menunjang menurut gue adalah si burung. Eh dia property bukan? Yah pokoknya si burung paling ngeri lah.


- Dari Editting, keren bangets. Saya suka banget nonton film yang kameranya juga jernih gitu :D


- Dari Setting, setting itu apa?-_-hmm tempat ya, di padang ilalang yang jelas, di sebelah jalan raya, di sore hari :D


PREMIS
- Think out of the box. Mindset lo di ubah banget di film ini.
- Belajar untuk positive thinking, nak :)


ESTETIS
Film ini saya suka banget. Semuanya serba ada meski ada yang kurang dikit, apalagi pas tiba-tiba ada pisau nancep. Wajar sih kalo di lihat dari awal filmnya yang bersuasana Susana, eeeh setelahnya, pisaunya buat apaan kalo ternyata akhir filmnya begitu?
Yah mantep kok tetep, ibaratnya ya, saya langsung jatuh cinta pas pertama kali nonton film ini :D. Dan yang paling saya banggain adalah, pandangan lo di ubah di film ini :)




Yak sekian dari saya. Mohon maaf untuk semua kesalahan dalam penulisan review ini.. Terima kasih banyaaak, merci, arigatou banget buat kalian yang sudah membaca review saya :D
Ohya, satu lagi! Saya minta komen kalian yaa, apapun itu, saya menghargainya :)

God bless you!